Artikel Islami

TEATER TENTANG KEHIDUPAN

Surabaya, 9/6/2020.
"Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani

Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura

Mengapa kita bersandiwara?"

Kehidupan dunia ibarat seni sandiwara, drama, pertunjukan, atau teater. Semua manusia punya peran sebagai tokoh. Ada tokoh protagonis dan ada pula tokoh antagonis.

Penggalan lirik lagu pada awal tulisan ini dipopulerkan oleh Nicky Astria yang dapat dijadikan renungan pagi untuk refleksi diri sambil menikmati sepotong roti dan secangkir kopi.

Ada sebagian yang mengira hidup di dunia ini sebagai tujuan intrinsik atau tujuan utama sehingga masalah keduniaan (ekonomi, politik, sosial, dan budaya) ingin diraih dengan segala cara (tidak peduli halal atau pun haram), kadang-kadang tidak menghiraukan etika/moral.

Ada pula sebagian lainnya merespon bahwa kehidupan dunia ini sebagai tujuan ekstrinsik atau tujuan antara. Dengan demikian kehidupan di dunia ini hanya sebagai instrumen atau alat untuk menuju kehidupan abadi sehingga diperlukan kalkulasi yang cerdas.

Harus disadari bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau (QS, 6:32). Akan tetapi, kita sebagai pemain utama dalam teater ada peluang untuk berimprovisasi. Improvisasi yang dijadikan pola tingkah laku adalah didasari norma yang dapat memuliakan harkat manusia sebagai diri dan kokektifnya. Akhirnya, setelah kita selesai bermain peran dalam teater akan memasuki realita lain yang tidak berpura-pura lagi. (Tubiyono)

PESAN IMPLISIT DIBALIK KORONA

Surabaya, 10/4/2020. COVID 19 menyebabkan 212 negara/kawasan yang terpapar, ada 1.439.516 kasus terkonfirmasi, dan 85.711 meninggal. Secara khusus Indonesia, per 10 April 2020, ada 3.512 positif, 306 meninggal, dan 282 sembuh (www.covid19.go.id).

COVID 19 alias korona baru membuat hampir semua pemimpin negara membuat kebijakan baru untuk menghentikan penyebaran COVID 19, tidak terkecuali Indonesia. Joko Widodo, Presiden RI, mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid 19 (Kompas, 7/4/2020).

Selain itu, hampir semua negara maju di bidang ekonomi (bisnis), industri, budaya lumpuh gara-gara korona. Sebagai ilustrasi, industri sepak bola yang meraup keuntungan yang sangat fantastis dan gaji fantastis bagi pemain mega bintang seperti Lionel Messi dan Christiano Ronaldo, dibuat tidak berdaya menghadapi pandemi COVID 19. Sebagai ilustrasi, klub-klub elite Eropa tahun 2019 seperti Barca memiliki penghasilan 840,8 juta euro (sekitar Rp 15 triliun), Real Madrid berpenghasilan 757,3 juta euro, dan Manchester United berpenghasilan 711,5 juta euro. Gaji Lionel Messi (Barca) per pekan Rp 10 miliar lebih dan Christiano Ronaldo (Juventus) per pekan Rp 12 miliar lebih. Namun, itu semua sekarang sunyi karena korona (Kompas, 7/4/2020)

Read more ...

PANDEMI CORONA 19

Surabaya, 20/3/2020. Jasmerah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), ungkapan tersebut relevan untuk direnungkan saat ini.

Pertama, pada tahun 571 M makhluk Alloh SWT yang berupa burung ababil menewaskan banyak manusia beserta alat transportasi (gajah) di Makah. Pada saat itu bertepatan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW pembawa risalah kebenaran, dari alam kegelapan menuju alam terang benderang.

Kedua, pada Oktober 1347 M kapal-kapal dagang Genoa berlabuh di Messina, Sisilia, mengarungi laut hitam. Pelaut di kapal-kapal itu banyak meninggal dengan sekujur tubuh ada gelembung hitam. Otoritas Sisilia terlambat mencegah (lockdown) kapal itu berlabuh. Akibatnya, Eropa terjadi pandemik penyakit pes yang membunuh satu pertiga penduduknya (Yudi Latif, Kompas, 19/3/2020)

Ketiga, pada Maret 2020 terjadi pandemi global yang disebabkan oleh makhluk Alloh yang disebut VIRUS CORONA 19. Virus ini tidak kurang dari dua bulan sudah membunuh korban ribuan manusia.

Virus CORONA yang awalnya muncul di Wuhan Cina sekarang bergeser ke Eropa sehingga menyebabkan banyak negara merasa cemas dalam menghadapi ancaman nyata ini. Oleh karena itu, berbagai langkah kebijakan diambil untuk membendung laju penyebaran virus ini.

Pelajaran yang dapat diambil dari fakta-fakta tersebut adalah:
1. Sebagai umat muslim yang beriman harus yakin kalau yang diturunkan Allah SWT itu adalah baik.
2. Perlu ada kesadaran yang lebih mendalam terkait konsep "quangfusakum waahlikum nar" (menjaga keselamatan diri dan keluarga) supaya tidak terpapar COVID 19.
3. Perlu ada kebersamaan dalam menghadapi ancaman virus corona, diperlukan kepemimpinan yang kuat dan ditaati rakyatnya (taat kepada Allah, rasul, dan pemimpin).
4. Agar cepat dapat pertolongan Allah SWT hendaknya (sebagai umat muslim yang beriman) perlu nengamalkan surat An Nasr (QS, 110:1-3).
banyak membaca (1) tasbih, (2) tahmid, dan (3) istighfar karena Allah maha penerima tobat (Tubiyono).